Terkait mekanisme alur transaksi, pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya ini menjelaskan, pembeli memesan salah satu menu di pedagang, kemudian mendapat nota rangkap untuk bertransaksi di kasir. Selanjutnya, pembeli mendapat nota baru di kasir. Nah, nota baru ini sebagai bukti pembeli telah menyelesaikan transaksi. Sementara., nota dari pedagang akan distempel oleh petugas kasir.
Saat ini ada dua SWK yang sudah diterapkan single cashier sebagai pilot project, yakni SWK CH kerjasama dengan Universitas Ciputra dan SWK Dharmawangsa yang dikelola oleh Pemkot Surabaya.
Penerapan kasir tunggal ini, menurut Widodo, menguntungkan para pedagang. Sebab pemkot membantu manajemen pembukuan, baik data pendapatan, hingga promosi. pemkot memastikan, penghasilan pedagang yang terekam selama satu hari akan langsung diberikan kepada pedagang. Melalui sistem pembayaran kasir tunggal ini kami diharapkan pengelolaan SWK di Surabaya terkesan modern dan manajemen para pedagang bisa tertata lebih baik.
Dalam penerapan sistem single cashier, pemkot punya kriteria khusus. Yakni, SWK yang nilai omsetnya sudah masuk kategori tinggi dan ramai pengunjung. Menurut Widodo, setidaknya ada 24 dari total 44 SWK di Surabaya yang siap diterapkan sistem kasir tunggal.
Lantas bagaimana dengan SWK yang belum memenuhi kriteria tersebut? Widodo menyatakan, bahwa pemkot akan terus memberikan pendampingan. Salah satunya dengan cara bersinergi dengan sejumlah hotel guna mendatangkan chef untuk memberikan pelatihan kepada para pedagang. Fokus pelatihan tersebut menyasar cita rasa dan tampilan makanan agar lebih menarik.











