Terkait hal itu, Hudiyono menuturkan jika pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Kacabdin dan Kepala SMK untuk membahas terkait penyesuaian kurikulum dengan industri. Selain itu, pihaknya juga akan mendatangkan silver expert dari mancanegara untuk pendampingan teknologi baru yang mampu menyongsong pembangunan di Bangkalan.
“Terakhir, kami juga memperkuat guru-guru di SMK Bangkalan. Diharapkan salah satu SMK yang mempunyai keselerasan keahlian dengan program wisata halal bisa jadi sekolah pengampu bagi sekitarnya,” jelas dia.
Dijelaskan pria yang juga menjabat Kepala Biro Kesos ini, saat ini di Bangkalan sendiri hanya ada dua SMK dengan jurusan pariwisata. Kendati demikian, pihaknya akan memperkuat baik dari sumber daya alam (SDM) maupun sarana prasarananya yang ada di dua sekolah tersebut.



