Cakrawala Jatim

CGMS rancangan Mahasiswa ITS, Solusi Masalah Penimbangan Kontainer

×

CGMS rancangan Mahasiswa ITS, Solusi Masalah Penimbangan Kontainer

Sebarkan artikel ini

Penyebab kedua, kata Wahyu, ialah kecurangan yang dilakukan oleh pemilik barang. Dengan cara barang yang dimasukkan ke kontainer mempunyai bobot lebih berat daripada berat yang dilaporkan. Hal tersebut dimaksudkan supaya pemilik barang membayar biaya pengiriman menjadi lebih murah.

Permasalahan-permasalahan tersebut pun bisa diselesaikan dengan menggunakan CGMS ini untuk mendapatkan data berat bersih isi kontainer yang valid. Dari data tersebut dapat digunakan oleh pihak pelabuhan sebagai acuan dalam penatan kontainer dan perhitungan muatan kapal keseluruhan. “Sehingga dapat memungkinkan untuk menghindari kasus kelebihan muatan di kapal,” tandasnya.

Selain itu, jelas Wahyu, keuntungan penggunaan CGMS ini juga dapat mengurangi kerugian akibat adanya pencurian muatan oleh bajing loncat yaitu pencoleng yang mencuri barang muatan dari atas kendaraan (seperti truk, bus) yang sedang berjalan. “Para bajing loncat ini sering melancarkan aksinya pada saat kontainer berada di perjalanan darat,” tutur Wahyu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *