“Penanganan masalah limbah B3 harus kita support dan harus dituntaskan, makanya komisi D juga bersama Pansus beberapa waktu lalu meminta menjadi prioritas RPJMD Jatim 5 tahun kedepan,”ujarnya.
Ia menjelaskan, selama bertahun-tahun Pemprov Jatim mengalami kesulitan mengolah limbah B3 di Jatim. Kondisi itu disebabkan, limbah B3 tidak bisa diolah secara memadai karena minimnya alat pengolahan. Disatu sisi, ketika dibuang ke luar Jatim seperti Cileungsi Bogor biaya operasional dan transportasi yang dibutuhkan sangat tinggi.
“Komisi D DPRD Jatim bersama Pemprov Jatim khususnya Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jatim sudah membahas persoalan limbah B3. Tapi nggak pernah selesai,”ujar Hadinuddin politisi asal Fraksi Gerindra Jatim ini.












