“Dalam penelitian yang dilakukan ditemukan, tujuh gram kristal eceng gondok dengan tiga gram kristal tepung singkong menghasilkan perbandingan yang tepat, sehingga dapat menopang beban yang maksimal,” tambahnya.
Lebih lanjut Siti menjelaskan kelebihan hasil penelitian yang ia lakukan. Yakni, memiliki efektifitas dalam penggunaan bahan eceng gondok yang banyak tersedia di alam, kuat, dan inovasi yang ramah lingkungan karena hanya membutuhkan waktu singkat untuk terurai dibantingkan styrofoam.
“Biofoam Engkong memiliki berbagai kelebihan, di antaranya menggunakan eceng gondok yang banyak dijumpai di sungai, kuat dalam menahan beban, dan yang paling utama mudah terdegradasi, karena hanya membutuhkan waktu 35 hari,” pungkasnya. (wan/jnr/mad)












