Indeks

Tim Dokter Unair-dr Soetomo Temukan Metode  Kurangi Kematian Ibu Akibat Pendarahan Hebat

×

Tim Dokter Unair-dr Soetomo Temukan Metode  Kurangi Kematian Ibu Akibat Pendarahan Hebat

Sebarkan artikel ini

Dokter Rozi sapaan karibnya, menyebut kasus ini mulanya sangat jarang terjadi. Tahun 2013 (hanya) terdapat satu kasus, dan kemudian meningkat dari tahun ke tahun. Hingga kini, literatur khusus yang membahas soal Plasenta Akreta masih banyak kontroversi. Munculnya kejadian ini, katanya, mengubah konsep-konsep kodokteran yang selama ini diyakini oleh para dokter di bidang Obgyn.

Kejadian Plasenta Akreta membahayakan nyawa karena dalam kejadiannya dapat menghabiskan darah ibu hamil hingga berliter-liter. Normalnya, operasi kehamilan menghabiskan darah dalam jumlah 500cc hingga 1 liter. Dalam kasus Plasenta Akreta ini, ibu dapat kehilangan darah berkali lipat lebih banyak.

Operasi Plasenta Akreta yang pernah ditangani tim dokter Rozi (tim Plasenta Akreta) di RSUD dr Soetomo mencatat, seorang ibu hamil dapat menghabiskan darah hingga 21 liter. Padahal, tubuh manusia hanya menampung kurang lebih 6 liter darah.

Membaca situasi ini, dokter Rozi melihat dengan pendekatan yang berbeda. Sejak bertemu seorang profesor anatomi dari Argentina pada tahun 2016, ia terus mempelajari kasus dan belajar anatomi secara mendalam. Bersama profesor itu, Rozi lantas mencoba melakukan operasi dengan pendekatan yang berbeda. Hasilnya, cukup menjanjikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *