Sementara itu, salah satu tim juri dari Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) Ahyar mengatakan juri memberikan penilaian berdasarkan tiga kategori juara, yaitu kategori best perfomence, best achievmen, dan best attitude. Kualifikasi penilaian dari tiga katergori tersebut diambil dari semua aspek.
“Kita ambil dari semua aspek. Mulai dari ruang kelas, ruang UKS, toilet kamar mandi, ruang guru, perpustakaan, dan tempat cuci tangan,” kata Ahyar seusai bertemu Wali Kota Risma.
Ia juga menjelaskan, tahun ini kompetisi ini diikuti oleh sebanyak 94 sekolah yang berasal dari 25 provinsi. Adapun 94 sekolah itu terdiri dari Taman Kanak-kanak (TK) 21 sekolah, SD 24 sekolah, SMP 25 Sekolah, dan SMA 24 sekolah.
Sedangkan yang berasal dari Kota Surabaya adalah SMPN 26 Surabaya. Karenanya, setelah bertemu Walikota Surabaya, tim juri ini akan langsung meninjau sekolah SMPN 26 Surabaya untuk melakukan penilaian.
“Ini tahap awal, penilaian tanggal 15-19 Juli. Kemudian, tahap berikutnya tanggal 5-9 Agustus,” pungkasnya. (hdi/cn02)












