Dalam menyusun inovasinya, Alvin menjelaskan bahwa inovasi ini tidak membutuhkan biaya yang sangat mahal. Namun, ia mengaku kesulitan dalam mengambil sampel bakteri dari lumpur aktif Lapindo Sidoarjo. “Jarak maksimal dari pusat semburan hanya 250 meter dan tekstur lumpur yang semakin cair, sehingga susah untuk lebih dekat,” terangnya. (jnr/wan/mad/s)
Mahasiswa ITS Rancang Pengolahan Limbah dari Lumpur Lapindo
Sipro Cakrawala Post2 min baca












