
Surabaya, cakrawalanews.co – Penyepuhan dengan aliran listrik pada perlindungan logam terhadap korosi biasanya menghasilkan limbah yang mengandung logam berat berbahaya bagi makhluk hidup. Hal ini membuat tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merancang teknik pengurangan polutan hasil penyepuhan menggunakan bakteri dari lumpur Lapindo.
Tim dari Departemen Kimia ITS yang terdiri dari Alvin Rahmad Widyanto, Irmariza Shafitri Caralin, dan Alvin Romadhoni Putra Hidayat inilah yang mencanangkan solusi pengolahan limbah kromium (Cr) dan amonium menggunakan teknik bioremediasi ini. Teknik tersebut memanfaatkan mikroorganisme untuk mengurangi polutan di lingkungan serta berpotensi sebagai bioenergi baru.
Inovasi tersebut disusun oleh tim yang diketuai oleh Irmariza Shafitri Caralin ini dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan judul B&B: Bioremediasi-Bioenergi Bakteri SV-30 dan Zeolit-Y Pengolahan Limbah Kromium dan Amonium. “Kromium (VI) merupakan salah satu logam B3 yang dapat menyebabkan berbagai penyakit bahkan kematian,” ungkap Alvin Rahmad Widyanto, salah satu anggota tim, Selasa (16/7).
Sedangkan amonium sendiri dapat mencemari perairan karena mengandung kadar Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) yang tinggi. Di bawah bimbingan Herdayanto Sulistyo Putro SSi MSi, penelitian ini memanfaatkan bakteri SV-30 dari lumpur aktif Lapindo, Sidoarjo dan diuji menggunakan Microbial Fuel Cell (MFC). Anoda pada MFC berisi bakteri SV-30, sedangkan bagian katoda berisi limbah kromium.












