Cakrawala Jatim

Mahasiswa ITS Rancang Pengolahan Limbah dari Lumpur Lapindo

×

Mahasiswa ITS Rancang Pengolahan Limbah dari Lumpur Lapindo

Sebarkan artikel ini

Alvin menjelaskan, bakteri SV-30 akan diberikan nutrisi berupa limbah amonium sebagai sumber energi makanan bagi bakteri. Sehingga bakteri tersebut akan mendegradasi amonium serta mengubah limbah berbahaya Cr (VI) menjadi Cr (III) yang lebih aman. “Limbah amonium dalam penelitian ini didapatkan dari industri perikanan,” ungkapnya. Zat penyerap Zeolit Y digunakan untuk memaksimalkan pengurangan kadar kromium.

Menurut Alvin, keunggulan dari bakteri SV-30 sendiri dapat menghasilkan power density 10 kali lipat lebih besar dibandingkan bakteri lain yang digunakan dalam mengolah limbah. Selain itu, bakteri ini memiliki kemampuan beradaptasi yang baik terhadap lingkungan ekstrem. “Bakteri SV-30 dapat bertahan hidup di limbah yang berbeda-beda,” tuturnya. Bakteri ini juga diakui berpotensi sebagai energi baru terbarukan di masa yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *