Praka Moh. Nur Yasin dari kesatuan Brigif 16 Wira Yudha Kediri menjelaskan, untuk saat ini pembelajaran mengaji masih dalam tahap pengenalan huruf hijaiyah serta pelafalan huruf yang benar berdasarkan tajwid.
“Selama ini anak-anak hanya belajar mengaji dua dalam seminggu karena rumah guru ngaji cukup jauh sehingga kemudian dalam kegiatan non fisik ini kami juga turut serta mengajari anak-anak untuk mengaji Al Quran,” ungkap Praka M. Nur Yasin
Sementara itu Ahmad Misranul Huda selaku guru mengaji mengaku sangat bersyukur karena dengan adanya kegiatan TMMD ini sangat membantu bagi santri dan santriwati. “Ternyata TNI selain membantu pembangunan fisik, juga mempunyai ilmu agama yang banyak dan ahli dalam bidang MTQ,” ujarnya.












