“Jadi apa peran individu, keluarga lalu seperti apa peran Pemkab/Pemkot, seperti apa Pemprov bisa mengintervensinya supaya terukur kira-kira begitu ini semua ini sangat nyambung dengan RPJMD,” ujarnya.
BNPB, lanjut Khofifah saat ini juga telah melakukan ekspedisi desa tangguh bencana (Destana) di 584 desa yang ada di pesisir selatan Pulau Jawa. “Masyarakat nantinya diberi pelatihan bagaimana mitigasi bencana gempa dan tsunami yang baik sehingga bisa meminimalisir korban jiwa,” imbuhnya.
Ahli Geologi UGM, Dr Gayatri Indah Marliani mengatakan potensi gempa itu sebenarnya bisa kita kenali kemungkinan adanya sumber gempa. Misalnya dari karakteristik sebaran gempanya, kemudian apakah ada penampakan di permukaan bumi yang memberikan indikasi bahwa di situ ada sumber gempa.
Di Jatim, lanjut Gayatri potensi gempa dn tsunami berada di selatan Banyuwangi. Sejarah kegempaan juga mencatat pada tahun 1994 silam pernah terjadi gempa dan tsunami yang menelan korban jiwa hingga 250 orang lebih.











