Dengan begitu, imbuh Ashari, mahasiswa tidak mengenal teknologi tersebut hanya dalam bentuk teori saja, tapi juga dari peralatan-peralatan yang baru saja diproduksi dan dipergunakan di Indonesia secara langsung. “ITS dengan senang hati menerima kerja sama yang memiliki banyak dampak positif ini,” ujar pria yang menamatkan master dan doktoralnya di Curtin University, Australia ini.
Sementara itu, Presiden Direktur ZTE Indonesia, Richard Liang dalam pidato sambutannya berharap, kontribusi dari ZTE tersebut akan berguna untuk membekali mahasiswa ITS dengan pengetahuan dan keterampilan tinggi di bidang teknologi komunikasi. Sebab menurutnya, pendidikan adalah salah satu komponen terpenting dari sebuah bangsa.
“Karena itu, bersama dengan ITS sebagai salah satu universitas teknik terbaik di Indonesia, ZTE berharap bisa bersama-sama membina lebih banyak talenta untuk berkontribusi pada pertumbuhan negara ini, khususnya di bidang inovasi teknologi,” tuturnya.












