“Dengan peresmian Poliklinik Layanan Tradisional di Rumah Sakit Unair. ini, bisa bersinergi antara keduanya sebagai moda baru jenis pengobatan. Sumber dayanya juga memadai bagi rumah sakit terutama rumah sakit pendidikan untuk mengembangkan pengobatan tradisional ini bisa bekerjasama dengan fakultas kedokteran untuk melakukan penelitian, termasuk yang sudah dilakukan oleh RSUA. bekerjasama sama dengan Universitas Negeri Surabaya untuk penyediaan bahan obat herbal. “Dengan bekerjasama untuk penelitian ini sehingga bisa cepat membantu memberikan bukti-bukti ilmiah sehingga bisa semakin bersinergi dengan pengobatan konvensional,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur RSUA. Prof. DR. Nasronudin, dr., Sp.PD., K- PTI.,Finasim, menjelaskan rumah sakit yang dikelolanya diberikan keleluasaan untuk tumbuh dan berkembang oleh Rektor Unair., dengan melakukan inovasi dan kreasi serta melakukan pengembangan. Di rumah sakit itu ada laboratorium untuk melakukan penelitian, di Universitas Airlangga sendiri ada fakultas vokasi dan fakultas lain yang berhubungan dengan kesehatan, sehingga rumah sakit ini bisa melakukan penelitian, pendidikan dan layanan. Menurutnya perbaikan layanan itu berdasarkan riset dan dari hasil ini dijadikan dasar mengambil kebijakan. “Sinergi pengembangan itu oleh Akademik, Pebisnis, Government dan Community” kata Prof. Nasronudin. (jnr/wan/pno).











