Ekstrak yang telah jadi, sambung Teguh, kemudian dibagi menjadi beberapa kosentrasi kemudian di ujikan pada tikus putih yang telah di lukai insisi. Hasil perawatan luka insisi dengan ekstrak kulit nanas dalam bentuk sediaan gel dibandingkan dengan proses penyembuhan menggunakan obat yang biasa digunakan masyarakat.
Teguh mengatakan, bahwa ia dan tim memlilih sediaan gel karena memliki kelebihan yaitu Kandungan air yang tinggi dalam basis gel dapat menyebabkan terjadinya hidrasi pada stratum korneum sehingga akan memudahkan penetrasi obat melalui kulit. Gel mempunyai sifat yang menyejukkan, melembabkan, mudah pengunaannya, mudah berpenetrasi pada kulit sehingga memberikan efek penyembuhan.
“Selain itu gel mudah diaplikasikan pada kulit, tidak mengiritasi dan nyaman digunakan pada kulit. Digunakan basis gel hidrofilik karena daya sebar pada kulit baik, efeknya mendinginkan, tidak menyumbat pori-pori kulit, mudah dicuci dengan air dan pelepasan obatnya baik,” jelasnya. (wan/jnr/mad)












