“Setelah ambrol, tadi warga tutup ambrol jembatan pakai kayu dan bambu,” ujarnya.
Temi menyebut, jembatan yang ambrol memang sebelumnya sudah berlubang dengan diameter sekitar satu jengkal. Menurutnya, lubang tersebut sempat ditambal menggunakan aspal.
“Jembatan memang sudah keropos dan berlubang. Besi tiangnya itu juga kan sudah patah. Saya duga memang sudah bakal ambruk karena memangnya banyak yang lewat truk-truk berat,” ujarnya.
Adapun menurut Temi, kondisi jembatan yang rawan ambrol telah diinformasikan pihak terkait oleh warga setempat. Namun, informasi tersebut belum mendapatkan tanggapan dari pihak terkait.












