Untuk kategori home Industry (HI), juara pertama diraih oleh UKM Tree G dengan hasil produk kacang goreng dari Kecamatan Kenjeran, Juara ke-dua oleh UKM Jovis Collection dengan produk sepatu dari Kecamatan Sukolilo dan juara ke-tiga oleh UKM Rahayu Coklat dengan produk olahan coklat dari Kecamatan Karangpilang.
Sedangkan, untuk kategori Creative Industry (CI), juara pertama diraih oleh UKM Kartini Bordir dengan usaha bordir dari Kecamatan Karangpilang, jaura kedua oleh UKM Nena Namo dengan produk berupa tudung saji dari Kecamatan Tegalsari, dan juara ketiga diraih oleh UKM Ondomohen Box dari Kecamatan Genteng.
Untuk kategori Best of the best dari kategori culinary business diraih oleh UKM Anggrek dengan produk rujak cingur dari Kelurahan Semampir, dari kategori Creative Industry diraih oleh UKM Andini Collection dengan produk tas batik dari Kecamatan Gunung Anyar, dan dari kategori home industry diraih oleh UKM MJ Bakery dengan produk roti dari Kecamatan Tandes.
Selain penganugerahan pahlawan ekonomi 2015, di acara tersebut juga dilakukan penyerahan cinderamata berupa blangkon dan kaos berutliskan “suwun yo,cak” (terima kasih, mas) oleh Wali Kota Surabaya kepada para kreator motion comic Suryaraka yang menggagas gerakan Kinetik. Gerakan kinetik adalah gerakan merancang ulang maskot-maskot milik daerah-daerah di Indonesia, dan Kota Surabaya adalah kota yang pertama kali melakukan gerakan ini.
Mengenai tujuan gerakan kinetik, Wali Kota menjelaskan bahwa nantinya maskot yang telah dirancang ulang ini, bisa dijadikan cinderamata hasil kreasi para pelaku UKM Kota Surabaya, dan nantinya cinderamata ini akan dijadikan souvenir para tamu rapat persiapan konferensi habitat (Preparatory Committee 3 for Habitat III) dari 167 negara, yang akan digelar di Kota Surabaya pada bulan Juli 2016 nanti.(mnhadi)












