Gubenur sangat menyayangkan, jika ada sekelompok orang yang mem-bid’ah-kan ziarah kubur termasuk ke makam wali, padahal ini adalah makam orang yang penuh karomah ( makam orang yang dimuliakan Allah)
“Nawa Bhakti Satya salah satunya adalah Jatim Harmoni, antara lain situs-situs bersejarah dan makam-makam yang menjadi cagar budaya harus dijaga, jangan dianggap bahwa orang yang sudah meninggal itu selesai, banyak yang menggap seperti itu. Saya ingin mengajak kita membangun harmoni saling menghormati,” tambahnya.
Sementara Kepala Disbudpar Jatim, Sinarto menambahkan, para juru pelihara situs dan makam perbulannya mendapatkan bantuan Rp 350 ribu/orang. “Hari ini ada 250 penjaga situs dan makam wali yang mendapatkan tali asih dari Ibu Gubernur,” katanya. (wan/jnr/hjr)











