“Fasilitasnya seperti rawat inap, jadi pasien IGD tidak perlu menunggu kamar atau hasil pemeriksaan di selasar atau lorong IGD,” terangnya.
Dikatakan dr Urip, ada 40 ranjang/tempat tidur di ruang Buffer. “Meskipun belum diresmikan, ruangan ini sempat digunakan saat kejadian luar biasa Demam Berdarah Februari lalu,” katanya.
Ditanya mengenai jenis penyakit pasien, menurutnya yang perlu diwaspadai justru korban mercon/petasan yang selalu ada tiap tahun. “Tahun lalu ada pasien yang matanya terkena mercon, sehingga edukasi pada masyarakat perlu dilakukan,” terangnya.











