“Kemandirian ekonomi menjadi salah satu Nawacita Pemerintah, dan ketersediaan pangan yang beragam, sehat, mudah dijangkau dan bernilai tinggi harus diwujudkan,” lanjut Diarmita.
Kepala Balai Embrio Transfer (BET) Cipelang, Oloan Parlindungan menambahkan sampai saat ini terdapat anak BB murni hasil trasfer embrio (TE) sebanyak 97 ekor dan persilangan BB sebanyak 278 ekor yang berasal dari induk sapi jenis lain yakni FH, Simmental, Limousin, Angus, PO, Aceh, Madura, dan Wagyu.
“Anak hasil transfer embrio pertama yaitu Gatotkaca telah menghasilkan 1.614 straw semen beku yang merupakan waiting list semen untuk seluruh UPT yang ikut dalam program” kata Oloan bangga.
Pengembangan rumpun sapi baru di Indonesia dilaksanakan secara bertahap, untuk itu pengembangan sapi BB pada saat ini dilakukan secara tertutup dan terkontrol di instansi yang ditunjuk, memiliki sumberdaya pakan dan tenaga ahli yang mencukupi. Setidaknya terdapat 12 unit pelaksana teknis (UPT) lingkup Kementerian Pertanian yang dalam pelaksanaannya didampingi pakar pendamping dari berbagai perguruan tinggi dan praktisi.












