Sementara Agus Budi Sentosa, Ketua Himpunan Perusahaan Penata Tata Acara Indonesia (Hastana) mengungkapkan bahwa ‘Mitra Pernikahan Indonesia’ merupakan wujud terima kasih kepada para pemangku adat, perias, dan MC tradisional.
“Kami ingin menyampaikan bahwa tradisional itu elegan dan tidak kuno. Dalam sebuah prosesi, ada banyak doa dan harapan yang besar. Ini yang harus diketahui anak muda atau calon pengantin,” tuturnya.
Meskipun pernikahan tradisional sangat ditonjolkan dalam pameran yang dibuka oleh istri Wakil Gubernur Jatim Arumi Bachsin ini, namun tetap menghadirkan beragam busana, tata rias, dan pernak-pernik pernikahan yang dikemas secara modern dengan berbagai pilihan.(rur)












