Atas prestasi tersebut, lanjut Hadi, pihaknya meminta kepada sejumlah elemen Partai, baik pimpinan kecamatan maupun pimpinan Kelurahan Partai Golkar se Kota Surabaya untuk mengkonsolidasikan ulang kekuatan organisasi guna melaksanakan perintah DPD Partai Golkar Kota Surabaya dalam menghadapi pelaksanaan Pilwali Kota Surabaya.
“Pilwali sudah didepan mata, sudah tidak ada waktu bagi elemen Partai untuk euforia maupun menjadi jembatan kekecewaan caleg yang kurang beruntung dalam Pileg kemarin, saatnya menatap kedepan, ” tegasnya.
Sementara itu Ketua Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Wonokromo Arif Vijay mengataka, loyalitas sejumlah Ketua Pimpinan Kecamatan Partai Golkar se Kota Surabaya terhadap kepemimpinan Blegur Prijanggono sudah tidak diragukan lagi.
Ketika disinggung mengenai adanya beberapa Ketua Pimpinan Kecamatan yang kecewa terhadap kepemimpinan Blegur Prijanggono, Arif mengatakan, itu dinamika organisasi, namun yang lebih penting adalah objektivitas dalam melihat persoalan, secara organisasi Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya telah berhasil melaksanakan target perolehan suara
“Masak bisa menaiikkan perolehan kursi dianggap kegagalan? Kan aneh, saya juga Caleg, begitu rekap selesai lalu kita kurang beruntung ya instrospeksi ke diri kita sendiri, bukan menyalahkan Ketua Partai, kita harus belajar legowo, karena menang kalah dalam kompetisi itu hal yang biasa, kalau mau menang-menangan ya bikin pemilu sendiri saja, ” sindirnya.












