Dia menjelaskan situasi ini bagi maskapai cukup sulit, pasalnya mereka saja hanya bisa mengambil margin atau keuntungan kecil, yaitu 2%. Pihaknya tak mungkin memangkas pengeluaran buat karyawan dan faktor keamanan penerbangan.
“Ya sudah yang lain kita coba (menekan biaya). Ya mungkin layanan atau apa yang kita lihat. Kita harus pintar-pintar gimana supaya kita tetap bisa bertahan hidup untuk penyesuaian tarif batas atas oleh Kemenhub ini,” tambahnya.(dtc/ziz)











