Bonari Nabonenar menyajikan materi kiat-kiat mewujudkan tulisan yang maknyus. Sebagai sastrawan yang sudah berpengalaman, pria kelahiran Trenggalek itu membimbing para peserta menghasilkan tulisan yang enak dibaca.
Adapun, Ribut Wijoto, penulis dan awak media online swasta ini menyajikan strategi jitu mengenali berita dan hoaks. Esais kelahiran Tulungagung itu memaparkan seluk beluk dunia jurnalistik dan media daring (online) sehingga peserta dapat mengenali perbedaan hakiki antara tulisan hoaks dan bukan dalam media sosial dan media daring.
Sementara itu, Awaludin Rusiandi menyajikan peran penting bahasa di era digital. Sambil mengingatkan peserta untuk sadar media, bahasawan dari Balai Bahasa Jawa Timur tersebut memaparkan strategi mendayagunakan bahasa di kalangan generasi milenial.
“Untuk bimbingan teknis GLN ini, kami hanya menghadirkan pelajar SMP saja, agar dalam penyampaian materi dan praktinya tidak kesulitan. Selain itu, untuk melihat dan memetakan potensi mereka dalam literasi dasar. Kami juga menyasar literasi media karena tuntutan zaman dan dibutuhkan oleh kalangan pelajar di era kekinian. Mudah-mudahan acara ini dapat memicu mereka untuk lebih kreatif, bermanfaat, dan berkah,” tutur ketua panitia, Mashuri. (jnr/wan)












