Menurutnya, transmigran bukanlah orang yang dipinggirkan maupun buangan. Transmigran adalah orang yang harus dimuliakan. Karena transmigran merupakan orang-orang yang rela secara lahir dan batin untuk membangun Indonesia dan memajukan pembangunan daerah.
Ia mencontohkan, terdapat transmigran yang telah sukses dan menghasilkan pendapatan Rp. 1 Milliar. “Kami yakin, transmigran sudah dilatih sedemikian rupa guna meningkatkan kemajuan di daerah. Tidak mudah meninggalkan kampung halaman demi untuk memajukan daerah lain. Jangan lupa, pemerintah terus mendukung dan memberi perhatian. Tidak usa kecil hati. Pemerintah akan selalu bersama transmigran,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, transmigran yang diberangkatkan dengan tujuan UPT. Kancu Kabupaten Poso, Prov. Sulawesi Tengah berasal dari Jatim sebanyak 58 jiwa terdiri dari Kab Sidoarjo 5 KK (25 Jiwa), Ponorogo 5 KK (12 Jiwa) dan Bondowoso 5 KK (21 jiwa). Sedangkan dari Jabar, terdiri dari 15 KK (56 Jiwa) yakni Kab. Karawang 10 KK (40 jiwa) dan Kab. Sumedang 5 KK (16 Jiwa).(hms/mnhdi)



