“Saya ingin menunjukkan karya ini ke anak didik saya di Jepang, bahwa ini adalah karya yang original dan bernilai tinggi,” urainya Eiji pun membeli tiga buah hasil karya WBP. Selain tas dan burung merak dari Rutan Gresik, ia juga membeli souvenir dari bambu milik Lapas Pasuruan.
Rencananya, 3 hasil karya WBP itu akan dipamerkan di mini museum miliknya di Jepang. Bergabung dengan 500 hasil karya dari bahan daur ulang lain yang dimilikinya. “Saya punya banyak barang dari bahan daur ulang dari berbagai negara, seperti Meksiko, Lesotho, Zimbabwe, Laos, Myanmar, dan Vietnam,” jelasnya.












