Simon juga meminta agar Gubernur segera merealisasikan pendidikan gratis untuk SMA/SMK yang sekarang pengelolaannya sudah diserahkan ke pemerintah provinsi oleh pemerintah kabupaten/kota.
Selain pendidikan, Simon juga menyoroti soal layanan kesehatan oleh BPJS kesehatan yang dianggap menyulitkan masyarakat, menyusul kebijakan rumah sakit rujukan yang berjenjang.
“Orang sakit kok di rujuk ke rumah sakit tipe D dulu, kemudian C dan B dan A. Kalau sakitnya berat gimana. Yang tahu kan puskesmas” tegasnya.
Masyarakat idealnya juga bisa memilih rumah sakit mana yang dekat dengan tempat tinggalnya. Bukannya dengan rujukan berjenjang.
“Apalagi ketika sudah sampai di rumah sakit rujukan, kadang hanya dirawat 3-4 hari sudah disuruh pulang karena dianggap sudah sembuh. Kalau pasien sakit lagi harus memulai dari awal ke puskesmas lagi sebagai pasien baru. Padahal yang punya rekam medis kan rumah sakit” tambahnya.
Simon mendorong Pemprov Jatim agar memperluas jaringan Rumah Sakit agar bekerjasama dengan BPJS kesehatan. Dan meminta agar rumah sakit semakin banyak menyediakan ruang pelayanan kesehatan kelas 3.
“Agar semakin banyak rumah sakit yang bisa dijangkau masyarakat” tegasnya.












