Cakrawala EkonomiCakrawala Jatim

Siswa di Tulungagung bayar SPP gunakan kerajinan anyaman bambu

×

Siswa di Tulungagung bayar SPP gunakan kerajinan anyaman bambu

Sebarkan artikel ini

“Alhamdulillah ide alat bayar alternatif menggunakan kerajinan besek ini mendapat respon positif dari para wali murid. Rata-rata ada 80 persen wali murid yang membayar biaya sekolah anaknya di PAUD/TK Creative menggunakan kerajinan anyaman bambu,” katanya.

Kata Bu Im, pengerjaan kerajinan besek atau aneka produk turunan anyaman bambu itu biasanya dikerjakan wali murid di sekolah. Tepatnya di halaman sekolah sembari menunggu anak-anaknya mengikuti kegiatan belajar-mengajar.

“Tidak jarang juga dikerjakan di rumah. Sehari pengerjaan, jika dilakukan intens dan sungguh-sungguh, satu orang bisa memroduksi satu kodi besek cantik isi 20 buah, dengan harga satu buah besek antara Rp1.000 hingga Rp4.000 per buah. Tergantung ukuran, tingkat kerumitan dan permintaan pasar (pelanggan/pemesan),” ujarnya.

Ketika menyetor kerajinan tersebut, nantinya akan dipotong terlebih dahulu dengan biaya bahan.

Sebab, bahan bambu disediakan oleh pihak sekolah, dan para orang tua wali murid yang menganyamnya.

“Ada yang sekali setor mendapatkan Rp60 ribu. Kemudian uang tersebut dibayarkan untuk uang SPP sebesar Rp40 ribu per bulan untuk siswa TK atau Rp25 ribu per bulan untuk peserta didik PAUD. Sisa hasil konversi pembayaran besek cantik itu oleh wali murid biasanya ditabung yang nantinya dapat digunakan untuk keperluan anak mereka di sekolah,” katanya.

Imroatus menjelaskan, hasil dari kerajinan anyaman bambu itu dipasarkan melalui pusat layanan usaha terpadu (PLUT) yang ada di Ngantru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *