“Dengan memanfaatkan Mbizmarket, perusahaan skala kecil dan menengah yang selama ini terhalang oleh persoalan mahalnya biaya pembangunan sistem, kini bisa menerapkan e-procurement yang transparan dan akuntabel tanpa terkendala lagi,” ujarnya di Surabaya, Kamis (28/3/19).
Menurutnya, semua transaksi akan tercatat dan 100% dapat diaudit berkat tersedianya fitur-fitur pendukung proses e-procurement seperti Budget Control, Spending Report & Analytics, Order & Fulfilment tracking, serta digital approval.
Lebih lanjut Andik mengungkapkan, pelaku UMKM di seluruh Indonesia dapat memanfaatkan Mbizmarket untuk menjual produk dan jasanya dalam kuantitas yang besar. Ini karena tidak ada batasan pemesanan minimum bagi perusahaan penyelenggara pengadaan barang dan jasa.












