Hal tersebut sejalan dengan salah satu program yang diusung Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, yakni Program Inovasi Desa.
Dengan studi banding ke luar negeri, Menteri Eko berharap dapat meningkatkan kompetensi dan memunculkan inovasi dalam pengelolaan dan pembangunan desa serta para peserta dapat membangun jaringan, menambah pengetahuan, dan membuka pasar antarkepala desa dengan mitra luar negeri.
“Kami memerlukan kepala desa, pegiat desa, dan pendamping desa untuk lebih punya wawasan lagi. Diharapkan setelah kunjungan itu, para peserta bisa menerapkan di desanya masing-masing apa yang apa yang mereka liat di luar negeri,” katanya.



