Dikatakan Samwil, jika nantinya pihak swasta mengurungkan niatnya, maka pembangunan bandara tersebut bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. “Bisa jadi sharing pembangunannya misalnya untuk urusan pembebasan lahannya ditanggung Pemprov atau pemkab/pemkot, lalu pembangunannya bisa pusat,” terangnya.
Diterangkan Samwil, sebenarnya PT Surya Dhoho Investama (SDI) Gudang Garam mau membangun bandara karena untuk membantu operasional pihak investor sendiri. “Mereka punya pesawat dan helicopter sendiri dimana untuk menggunakan bandara Juanda atau lainnya sewanya mahal. Oleh sebab itu, mereka membuat sendiri. Namun, ditengah jalan ternyata investasinya mahal dan harus kembali ke pemerintah. Rupanya mereka keberatan untuk itu,” jelasnya.
Samwil berharap pemerintah tak perlu khawatir jika pihak swasta gagal untuk merealisasi pembangunan bandara tersebut. “Pemerintah punya anggaran untuk itu dan bisa direalisasi sendiri,” tambah Samwil.



