“Alasannya, kalau 4 tahun sekali dikhawatirkan terjadi disorientasi pembibitan, karena umur atlet melampaui batas ketentuan. Tetapi kalau 2 tahunan digelar, bisa dua kali ikut, sehingga ada sarana untuk mengasah kemampuan atlet muda. Nah kalau empat tahun sekali, satu kali saja mungkin bisa gak ikut karena umurnnya gak nututi,” jelas Erlangga.
“Kemudian, kalau empat tahun sekali kita bisa kalah pembinaan dengan provinsi lain. Maka, saya rasa dua tahun sekali itu jenjangnya akan sangat bagus untuk PON,” imbuhnya.
Ppoin utama yang dihasilkan pada RAT KONI Jatim 2019 ini adalah mengembalikan periodesasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) menjadi dua tahunan. Sebelumnya, kebijakan Porprov yang dilakukan selama dua tahunan diubah oleh Mantan Gubernur Jatim, Soekarwo, menjadi empat tahunan pasca Porprov V Banyuwangi 2015.



