“Pemerintah Provinsi Jawa Timur menempatkan IKM dan UKM menjadi bagian penting kerena membuat pertumbuhan ekonomi menjadi cukup stabil, yakni sekitar 5,50 % pada 2018 atau melebihi pertumbuhan nasional 5,17%,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Jawa Timur, Drajat Irawan, kepada media usai menjadi pembicara pada Seminar UKM di H Kampi, Surabaya, Rabu (20/3) sore.
Menurut Drajat, pertumbuhan Jawa Timur yang selalu di atas rata-rata nasional, antara lain ditopang dengan industri tembakau, kimia dan tembaga serta perdagangang. Industri dan perdagangan Jawa Timur pada 2018 mampu berkotribusi 22 % dan 20 % terhadap pertumbuhan nasional. “Jadi industri dan perdagangan nasional rata-rata 20 % berasal dari Jawa Timur,” terangnya.












