Tidak hanya itu, Wali Kota Risma juga berpesan kepada Ketua RT dan RW yang hadir, apabila ada ada anak putus sekolah agar didata dan disampaikan melalui kelurahan.
Bahkan ia juga tak ingin jika ada lansia yang kondisinya tidak mampu sampai tidak bisa makan.
Karena itu, ia mengimbau kepada ketua RT dan RW agar disampaikan jika ada warganya yang mengalami kondisi itu.
“Kalau ada warganya yang lansia, ataupun menderita sakit TBC atau kangker, itu sampaikan ke kita. Karena kita ada program permakanan tambahan, saya minta tolong disampaikan. Tolong disampaikan data itu saya tunggu,” pesannya.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma juga melakukan tanya jawab langsung bersama warga.
Warga yang hadir diberi kesempatan untuk menyampaikan uneg-unegnya terkait berbagai permasalahan yang ada di wilayah masing-masing. Baik itu, masalah infrastuktur, kesehatan, sekolah, hingga administrasi pemerintahan.
“Saya akan catat masalah-masalah Pak RT dan RW, kalau bisa saya selesaikan hari ini, kita langsung selesaikan. Namun, kalau masalahnya tidak bisa diselesaikan langsung, nanti saya komunikasikan dengan dinas terkait,” jelasnya.
Tampak beberapa warga kemudian mengajukan pertanyaan dan menyampaikan uneg-unegnya kepada pejabat nomor satu di lingkungan Pemkot Surabaya itu.
Diantaranya yakni, M. Zainul Abidin selaku Ketua RW 6 Tambak Asri Kelurahan Morokrembangan Surabaya yang menyampaikan saluran drainase di wilayahnya kondisinya sering mampet, sehingga menyebabkan banjir.
Ia juga menyampaikan jika ada salah satu warganya yang sedang mengalami sakit, namun tidak memiliki biaya untuk berobat.
“Ada warga kami yang sakit, beliau saat ini sakit namun tidak memiliki biaya untuk melaksanakan berobat. Kami juga di sini punya kelompok UKM yang sangat membutuhkan sentra UKM,” ujarnya.



