Menurut dia, pada hakekatnya, baik eksekutif maupun legislatif punya keinginan yang sama, yakni mensejahterakan rakyat Jatim. “RPJMD ide eksekutif bagaimana proses pembangunan di Jatim. itu ada suatu ide, pemikiran.Yang penting punya niatan memajukan jatim, mensejahterakan rakyat,”tegas Kusnadi politisi asal Fraksi PDIP Jatim ini.
Ia menjelaskan, secara garis besar, RPJMD yang sudah digagas eksekutif memang sudah cukup baik. Hanya saja, menurut dia, ada beberapa hal yang berat untuk dilaksanakan oleh Pemprov Jatim.
“Oke, bagus. Walaupun ada hal-hal yang menurut kita berat. Suatu contoh misalnya kita mau meningkatkan kesejahteraan petani. Semua seperti itu, tetapi ada kendala signifikan. Petani kita generasi ketiga dan tanahnya kurang dari satu hektar bagaimana melaksanakannya. Harus ada perlakuan lain kepada mereka,”paparnya.
Kusnadi berharap agar anggota legilastif di DPRD Jatim juga ikut mengkritisi rancangan RPJMD yang tidak mungkin bisa dicapai. Sehingga, nantinya, ada koreksi agar RPJMD Jatim yang digedok itu bisa seiring dan tidak sulit diimplementasikan. “Ada kemiskinan struktural janda-janda tua bagaimana menurunkannya. Makanya saya ingin sampaikan kepada teman-teman di dewan ada hal-hal yang tidak mungkin dicapai jangan dipaksakan utuk dicapai. Bukan tidak mungkin dicapai, misalkan nilai tambah petani. Menjadi sangat sulit sekali,”imbuhnya.
Secara keseluruhan, dari poin yang sudah disampaikan, RPJMD Jatim itu sudah ada dalam program yang dijalani oleh Gubernur sebelumnya, Soekarwo. Karena itu, dia berharap, nantinya kalangan legislatif bisa memberikan masukan konstruktuf kepada Khofifah agar nantinya RPJMD bisa dilaksanakan.












