“Ada beberapa lokasi jalan poros kecamatan yang terendam air banjir. Ketinggiannya berkisar 10-15 centimeter sehingga kendaraan masih bisa lewat,” tuturnya.
Di lain tempat, menurut Mantri Pengairan Dinas PU SDA Kecamatan Sukosewu, Imam Musholini, juga menyatakan banjir bandang juga menerjang Desa Sidodadi, Sumberjokidul,. Duyungan, dan Sukosewu, Kecamatan Sukosewu, akibat meluapnya Kali Pacal.
“Tanaman padi yang diterjang banjir bandang di sejumlah desa luasnya sekitar 20 hektare,” ucapnya.
Namun, menurut Imam, juga Gatot, banjir bandang yang melanda di wilayah setempat hanya merendam tanaman padi dan jalan desa, juga jalan poros kecamatan, akan tetapi air banjir tidak masuk ke pemukiman warga.
“Di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang banjir bandang yang airnya bercampur lumpur sempat menerjang 32 rumah warga dengan ketinggian sekitar 0,50 meter,” kata Kepala Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Pardi.
Di desanya, lanjut dia, banjir bandang disebabkan meluapnya Kali Gandong, terjadi dua kali, Selasa (5/3) pukul 17.00 WIB dan pukul 22.00 WIB.



