Hal senada disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Nadif Ulfia, yang menyatakan kewaspadaan menghadapi ancaman banjir luapan Bengawan Solo tetap dilakukan, meskipun ketinggian air dalam kondisi aman.
“Kewaspadaan menghadapi ancaman banjir tetap kita lakukan, sebab selama Maret curah hujan masih tinggi,” ucapnya menegaskan.
Data prakiraan cuaca di daerahnya untuk curah hujan di sejumlah kecamatan, seperti Kecamatan Kanor, Baureno, juga kecamatan lainnya, berkisar 151-200 milimeter, bahkan di sebagian daerah lainnya bisa mencapai 201-300 milimeter dan 301-400 meter seperti di Kecamatan Sekar.
Ia menambahkan, BPBD sudah menyediakan berbagai kebutuhan, mulai tenda pengungsi, perahu karet, dapur umum, termasuk sembako untuk mengantisipasi bencana banjir luapan Bengawan Solo, termasuk kemungkinan terjadi banjir bandang. (ant/wan)












