Segala persiapan untuk pelaksanaan USBN-BKS ini, kata Saiful, sudah dituntaskan Dinas Pendidikan Jatim dan masing-masing SMA/SMK di Jawa Timur. Kendala seperti lemahnya sinyal internet di daerah tertentu juga sudah diminimalisir.
“Ya dikuatkan, lho (sinyalnya, red). Kan setiap sekolah sekarang sudah ada Wi-Fi. Setiap sekolah sudah wajib mengadakan Wi-Fi dengan kapasitas sinyal terbaik supaya tidak terganggu,” katanya.
Dia hanya mengingatkan siswa yang hendak mengikuti USBN-BKS agar mempersiapkan masing-masing gawainya supaya tidak kehabisan baterai di tengah pengerjaan soal-soal USBN.
“Jadi datang itu baterainya harus full. Jangan sampai tengah-tengah mengerjakan mati karena low bat,” selorohnya.
Penerapan USBN-BKS merupakan inovasi yang dilakukan Pemprov Jatim, yang pertama kali dilakukan di Indonesia, dan baru diterapkan pada USBN tahun ini.
Saiful menjelaskan, Pemprov Jatim menggandeng pihak ketiga, yang dia pastikan merupakan penyedia pembuatan aplikasi dalam negeri, di Jawa Timur, dalam pembangunan aplikasi USBN-BKS ini.



