Berdasarkan Riskesdas 2018 terdapat perbaikan status gizi pada balita di Indonesia, dimana proporsi status gizi buruk dan gizi kurang turun dari 19,6% (Riskesdas 2013) menjadi 17,7%. Hal ini didukung Data BPS 2018 yang menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan baik dari sisi jumlah maupun prosentase dan berhasil mencapai titik terendah di 2018. Dalam hal ini Tempo Scan Group melalui Program ”Wujudkan Generasi Indonesia Bergizi dan Sehat” ingin membantu percepatan perbaikan status gizi anak Indonesia.
Sementara itu aWakil Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana menambahkan, meskipun jumlah kasus kekurangan gizi dan tingkat kemiskinan terus menurun, jangan sampai kita terlena. ”Tentunya peranan seluruh lapisan masyarakat termasuk dunia usaha sangat diperlukan kedepannya untuk terus menekan jumlah tersebut, mengingat besarnya dampak dari kekurangan gizi sejak dini bagi kualitas generasi Indonesia ke depan,” kata Whisnu.
Whisnu mengungkapkan wilayah Jawa Timur pun turut memberikan sumbangsihnya atas penurunan angka kekurangan gizi dan tingkat kemiskinan di indonesia, dimana angka tingkat kemiskinan di daerah ini berhasil turun hingga 10,98% dibandingkan dengan tahun sebelumnya di angka 11,20% berdasarkan data BPS 2018. Hal tersebut membuktikan bahwa program yang dihadirkan oleh pemerintah setempat telah mampu berjalan efektif untuk terus menekan angka kekurangan gizi dan tingkat kemiskinan masyarakat. Adanya Program ”Wujudkan Generasi Indonesia Bergizi dan Sehat” yang dilakukan Tempo Scan Group dapat menjadi sinergi yang baik dengan upaya pemerintah daerah dalam memperbaiki status gizi anak.(rur)












