Ia menjelakan terakhir ketemu dengan AP pada 2016 pada saat dirinya masih menjadi Sekretaris AMPG Surabaya. Ia menegaskan selama menjadu sekretaris ia tidak pernah melakukan perselingkuhan.
“Hubungan saya sebatas keperluan organisasi. Itu sekitar tahun 2015-2016. Setelah saya cerai, saya tidak aktif lagi di organisasi dan saya memilih fokus ke kerjaan karena hidup sendiri dan menghidup anak-anak,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya menyayangkan mantan suaminya mengajak anaknya pada saat peristiwa pemukulan itu terjadi. “Kenapa anak saya diikut-ikutkan. Saya tidak suka itu,” katanya.
Saat ditanya apa ada faktor politik menjelang Pemilu 2019 menyusul kasus tersebut sudah lama dan sudah dua kali dilaporkan ke Badan Kehormatan DPRD Surabaya, RWN mengatakan tidak mengetahuinya.
Semwntara itu, AP sebelumnya telah melaporkan HP ke Polsek Genteng atas kasus pemukukan di gedung DPRD Surabaya, Senin (28/1). Kejadian tersebut berawal saat AP sedang keluar dari ruang kerjanya di Komisi C DPRD Surabaya, namun tiba-tiba datang HP dan langsung memukul wajah AP hingga tulang pipinya berdarah.



