“Saya minta untuk segera realisasi, karena setiap hari teman-teman DKRTH di lapangan saya minta untuk melakukan perantingan pohon dan setiap hari pula saya minta untuk mengganti lampu-lampu yang dulunya pakai mercury diganti dengan lampu LED. Jadi, kami sangat butuh di lapangan,” kata Risma dalam sambutannya.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma juga menjelaskan bahwa pada suatu ketika ada angin puting beliung yang muter-muter dan seakan-akan hendak turun di Taman Surya depan Balai Kota Surabaya.
Karena kondisinya masih sakit, sehingga dia tidak keluar atau keliling cek kondisi Surabaya. Dia mengaku hanya bisa berdoa di kediaman Wali Kota Surabaya Jalan Sedap Malam.
“Saya lihat angin puting beliung itu muter dan terus bergerak. Lalu angin itu bergerak ke arah barat dan saya sangat khawatir di daerah barat.
Tapi ternyata angin itu turun di Sidoarjo. Jadi benar teorinya bahwa angin puting beliung itu bergerak kalau ketemu tanah, nah di Surabaya ini kan banyak pohon jadi tidak bisa menyentuh tanah,” kata dia.
Oleh Karena itu, ia memastikan bahwa Surabaya memang butuh pohon. Namun juga sangat butuh perawatannya supaya pohon itu tidak tumbang kalau kena angin.
Itu lah sebabnya Pemkot Surabaya melakukan perantingan hampir setiap hari di berbagai titik di Surabaya.



