The Times menulis bahwa politikus kelahiran Belitung 52 tahun lalu itu dituduh menjadikan salah satu penggalan surat Alquran sebagai candaan, di tengah salah satu pidato kampanyenya di hadapan publik.
Tuduhan itu memicu aksi protes di Jakarta, yang terutama digerakkan oleh Front Pembela Islam (FPI), tulis The Times. Hal itu berlangsung pada 2017, tahun yang sama ketika dia kalah pada pemilihan gubernur DKI Jakarta dan dijebloskan ke tahanan Mako Brimob.
Sementara itu, outlet berita South China Morning Post menulis artikel cukup panjang tentang profil Basuki Tjahaja Purnama, mulai dari rekam jejak kepemimpinannya hingga isu akan kembali menikah dengan ajudan mantan istrinya, yang diketahui bernama Puput Nastiti Devi.
Ditulis oleh Resty Woro Yuniar dalam mikro blog mingguan This Week in Asia, artikel itu juga memuat penggalan kecil dari surat terbuka yang ditulis BTP pada pekan lalu.
Salah satunya mengungkap permohonan maaf BTP kepada para pendukungya, semua pegawai negeri sipil Jakarta, dan bahkan pembencinya.
“Saya minta maaf dan saya harap Anda akan memanggil saya BTP sekarang, bukan Ahok, setelah saya keluar dari sini (Mako Brimob),” tulis Basuki.(rur)












