Ia menjelaskan bahwa dengan membayar tiket masuk menggunakan sampah plastik di objek wisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam itu, secara otomatis dapat mengedukasi masyarakat serta mengurangi sampah yang sulit terurai tersebut.
Menangani sampah plastik khususnya, kata dia, ada dua golongan di antaranya menangani sampah yang sudah dibuang dan atau sudah terjadi dan kemudian didaur ulang menjadi kerajinan dan bermanfaat, dan yang kedua adalah menangani sampah dari sumbernya atau sampah sebelum dibuang ke sampah.
“Salah satu contohnya, kami akan menerapkan pembayaran tiket masuk ke wisata Kampung Blekok menggunakan sampah plastik, karena hal ini akan mencegah dan mengurangi sampah plastik yang tidak bisa hancur dalam kurun waktu singkat,” katanya.












