Namun dirinya menegaskan bahwa “perlakuan” kepada masing-masing penerima akan berbeda dalam progress yang berkelanjutan. “Paling penting akses ke perbankan diperkuat,” tegasnya.
Ketika ditanya alasan IFAD berani menggelontorkan dana untuk memperkuat wirausahawan pertanian di Indonesia, Idha menyebut jika dunia mengalami permasalah regenerasi petani.
“Problem generasi muda ini tidak hanya Indonesia saja, tetapi negara-negara yang menyandarkan pada pertanian, utamanya di negara Afrika,” tuturnya.
Program pembangunan wirausaha muda pertanian tersebut dinamai Youth Entrepreneurship and Employment Support Service (YESS).












