“Usahanya banyak, ya salah satunya di Lumajang itu. Dia masih bujang dan keturunan Tionghoa. Sering bolak-balik Surabaya-Jakarta. Tapi KTP-nya ikut Jakarta,” kata Harissandi, seperti dilansir dari Suara Surabaya, Selasa (8/1/19).
Meski paling banyak dari kalangan pengusaha, Harissandi tidak menampik ada pelanggan dari kalangan pejabat. Namun, dia enggan membeberkan siapa saja pelanggan yang pernah memesan layanan prostitusi ini.
“Kebanyakan dari pengusaha. Kalau itu (pejabat, red) ada juga. Saya tidak tahu detailnya, pokoknya ada-lah,” kata dia.












