Masyarakat Jatim sudah memiliki kesadaran tinggi dalam mengelola potensi wisata di wilayahnya. Hingga akhir 2018 kemarin, ada 290 desa wisata yang mengelola aneka wisata hingga menarik kunjungan turis cukup signifikan. Di Jatim ada 265 objek wisata alam, 320 objek wisata budaya dan 199 objek wisata buatan yang tersebar di 38 kabupaten dan kota di Jatim.
Dana desa juga menjadikan warga antusiasme mengembangkan desa wisata. Maka Disbudpar akan melakukan pendampingan dan pelatihan secara aktif agar desa wisata menjadi beragam serta tidak saling sikut. Dengan begitu, Sinarto yakin pariwisata di Jatim akan mampu bersaing dengan wilayah lain. “Jangan sampai ikut-ikutan. Lagi tren apel, semuanya bikin desa wisata apel. Itu tidak efektif,” pungkasnya. (wna/jn/hjr)



