Anas mengaku sangat antusias dengan festival ini, karena Banyuwangi mendukung pengembangan pariwisata halal yang salah satunya menyasar wisatawan asal Timur Tengah. Wisata Banyuwangi, kata Anas, sangat potensial bagi pasar turis Timur Tengah. Berdasarkan data dari Kementrian Pariwisata, pada 2017 sebanyak 222.297 wisman Timur Tengah masuk ke Indonesia.”Belanja turis Eropa kalah dari turis Timur Tengah. Berdasarkan riset Kemenpar, turis dari kawasan Teluk ini rata-rata mengeluarkan uang mencapai US$1.918 (sekitar Rp28 juta) per wisatawan per kunjungan,” ujar Anas.
Anas berharap, kontingen asal Banyuwangi dapat menyuguhkan penampilan terbaik di Arab Saudi. “Ini tidak cuma berdampak pada pariwisata, tetapi juga membawa dampak psikologis. Ini bukti kebudayaan diapresiasi di Arab Saudi,” kata dia.Rombongan kesenian asal Banyuwangi berjumlah sekitar 20 orang. Mereka terdiri atas sepuluh penari yang masih berusia sekolah dasar (SD) serta para penabuh musik. Di festival tersebut, mereka akan membawakan kesenian hadrah dan kuntulan.












