Saat menitikkan air mata, Gubernur yang berdiri di atas mimbar menghentikan sejanak pidatonya sembari sesenggukan, lalu salah seorang anggota senat universitas menyuguhkan tisu dan disambut tepuk tangan meriah dari ratusan undangan.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jatim dua periode itu menyampaikan gagasan, pemikiran dan solusi konsepsional dari hasil praktik empiris pelaksanaan kebijakan pendidikan vokasi di Jatim bertema “Meningkatkan Daya Saing Jawa Timur Melalui Pendidikan Vokasi”.
Pakde Karwo menjelaskan bahwa Jatim memiliki banyak potensi atau aset yang harus dikelola untuk mewujudkan kesejahteraan, yaitu aspek geografis dan demografis, lalu potensi ekonomi yang merupakan salah satu penggerak ekonomi utama Nasional.
Selain itu, dalam rangka menghantar basis pendidikan vokasi untuk meningkatkan daya saing Jatim, beberapa konstruksi ilmiah menunjukkan hubungan korelatif antara pendidikan (pembangunan SDM) dan daya saing melalui transmisi.
“Transmisi tersebut dengan pendekatan teori produktivitas, teori daya saing, pertumbuhan ekonomi serta kebijakan pendidikan vokasi di beberapa negara maju di dunia,” kata orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.












