“Sekaligus menjadi sarana dalam berbagi best practice yang akan makin mempererat hubungan keakraban dan kerjasama antar kota dan antar negara, yang diharapkan dapat diwujudkan dalam peningkatan kontribusi yang konstruktif, utamanya dalam meningkatkan transparansi dan demokrasi lokal di kota masing-masing dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan peradaban global,” tutur Rukmini.
Selama konferensi digelar para peserta dapat saling mengenal satu sama lain. Bahkan di hari pertama, peserta melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah tempat di Kota Probolinggo. Kali ini, mereka berkesempatan mengetahui bagaimana proses partisipasi masyarakat dalam membangun Kota Probolinggo. Termasuk pengolahan limbah tahu yang diproses menjadi biogas dan proses pembangunan IPAL Komunal.
Di akhir konferensi, salah satu peserta dari Vietnam, Tran Nhan Tam berharap agar kegiatan semacam ini tak hanya berhenti di sini saja namun dapat berlanjut di daerah lain. “Kami berharap workshop seperti ini menjadi agenda rutin ICLD. Dan kegiatannya bisa digelar di daerah lain, seperti di Vietnam. Sehingga kita bisa lebih mengenal satu sama lain,” tutur Tran. (Mr/alfien)



