Mantan Kepala Kanwil BKKBN Jatim ini mengatakan, ada beberapa masalah yang akan dihadapi masyarakat dan keluarga saat masuk pada era revolusi industri 4.0 yaitu rawan perceraian, semakin tidak menurut anak kepada orang tuanya, meningkatnya masalah kesehatan mental, semakin sedikitnya waktu komunikasi orang tua dengan anak dan pesaingan dengan robot. Selain itu juga semakin terikatnya masyarakat dengan teknologi, individualis, berkurangnya kebersamaan dan gaya hidup ultra modern.
‘’Jadi masyarakat yang hidup pada era revolusi industri 4.0 ini akan menghadapi masalah yang kompleks jika dibaningkan dengan hidup pada era sebelum era revolusi industri 4.0,’’ jelasnya.
Lebih lanjut Sugiri mengatakan, dengan adanya masalah yang akan timbul, diharapkan BKKBN untuk gencar melakukan pemahaman terhadap masyarakat luas. Menurutnya, masyarakat perlu diingatkan kembali terkait dengan reorentasi pembangunan keluarga yaitu pentingnya digital literacy, kedisiplinan, kejujuran, integritas dan konsistensi.



